Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu program paling mulia pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Namun gagasan besar itu kini menghadapi ancaman serius karena pelaksanaannya di lapangan dirusak oleh dapur yang asal-asalan, kasus keracunan, menu yang tidak sesuai standar, hingga dugaan praktik pungutan dan pemotongan anggaran yang membuat nilai makanan anak-anak menyusut sebelum sampai ke…

Read More

Muktamar NU: Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Menjelang Muktamar ke-35, suasana di tubuh Nahdlatul Ulama mulai memanas. Nama-nama bermunculan. Silaturahmi politik makin intens. Poros-poros mulai saling membaca arah. Sebagian bergerak terang-terangan, sebagian lain masih bergerak dalam ruang-ruang yang sunyi. Semua tampak biasa saja bagi organisasi sebesar NU. Muktamar memang selalu menghadirkan dinamika. Tetapi ada satu hal yang akhir-akhir ini terasa mengganggu: bayang-bayang…

Read More

Serukan Tritura Nelayan, Gus Lilur Desak Prabowo Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL

Founder dan Owner Bandar Laut Dunia Grup atau Balad Grup, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur, menyerukan Tritura Nelayan Republik Indonesia dan mendesak Presiden Prabowo Subianto membentuk satuan tugas khusus untuk memberantas penyelundupan Benih Bening Lobster atau BBL ke luar negeri. Gus Lilur menilai penyelundupan BBL bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan kejahatan…

Read More

Menyongsong Muktamar NU ke-35, Membincangkan Peluang, Menghit

Jelang Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 yang akan digelar pada Agustus 2026, dinamika internal organisasi kian menghangat. Sejumlah manuver mulai terlihat—baik dalam bentuk pencalonan diri maupun pengusungan figur tertentu. Yang menarik, pola kontestasi kali ini semakin terang dibaca dalam format berpasangan, yakni antara calon Ketua Umum dan calon Rais Aam. Karena itu, tidak berlebihan jika kita…

Read More

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

Saya sengaja menggunakan istilah “paslon” (pasangan calon) dalam membaca dinamika Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35. Istilah ini memang tidak dikenal secara formal dalam struktur organisasi NU. Namun, dalam praktik politik organisasi, ia justru membantu menjelaskan realitas yang sedang berlangsung. Secara normatif, Rais Aam dipilih melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Akan tetapi, dalam realitas politik…

Read More

Petani Madura Usulkan Tiga Langkah Strategis Atasi Rokok Ilegal

Jakarta – Persoalan rokok ilegal dan tata kelola cukai dinilai tidak akan selesai tanpa perubahan kebijakan. Petani tembakau Madura kini mendorong tiga langkah strategis yang harus segera diambil pemerintah pusat. Tiga tuntutan tersebut dirumuskan sebagai TRITURA Petani Tembakau Madura, yang disampaikan oleh HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, pengusaha rokok dan Owner Bandar Rokok Nusantara Global…

Read More

Jelang Muktamar NU, Gus Lilur Serukan Muktamar Bersih dari Kepentingan Politik

Menyongsong pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab disapa Gus Lilur menyampaikan kegelisahan yang menurutnya dirasakan banyak kalangan nahdliyin. Ia menilai muktamar kali ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum krusial yang akan menentukan arah masa depan NU, apakah tetap berada di jalur keulamaan atau semakin terseret dalam pusaran…

Read More

Gus Lilur Minta KPK Hati-hati, Kasus Cukai Jangan Sampai Mematikan Industri Rokok Rakyat

Jakarta — Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan korupsi dalam pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai patut dihormati sebagai bagian dari upaya membersihkan tata kelola industri dari praktik suap, gratifikasi, dan distorsi yang merugikan negara. Dalam perkara ini, KPK telah menyatakan tengah mendalami pengurusan cukai, memanggil pengusaha rokok dari Jawa Tengah…

Read More

Tumbuh Tanpa Keadilan : Gus Lilur Desak Reformasi Tata Niaga Tembakau

Surabaya – Pendiri sekaligus pemilik Bandar Rokok Nusantara Global Grup (BARONG Grup), Khalilur R Abdullah Sahlawiy, menyampaikan kritik tajam terhadap tata niaga tembakau nasional yang dinilainya belum berpihak pada petani. Menurutnya, di tengah besarnya skala industri tembakau Indonesia yang terus tumbuh, distribusi nilai ekonomi masih belum berlangsung secara adil. Petani sebagai pemasok utama justru kerap…

Read More
Back To Top