Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Saya sengaja menggunakan istilah “paslon” (pasangan calon) dalam membaca dinamika Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35. Istilah ini memang tidak dikenal secara formal dalam struktur organisasi NU. Namun, dalam praktik politik organisasi, ia justru membantu menjelaskan realitas yang sedang berlangsung. Secara normatif, Rais Aam dipilih melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Akan tetapi, dalam realitas politik…
