Gus Lilur Tantang Gus Kikin dan Tiga Tokoh NU Lainnya Uji Kemampuan Ngaji Kitab di Arena Muktamar

JAKARTA – HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur melontarkan tantangan terbuka kepada empat tokoh Nahdlatul Ulama (NU) untuk menguji kemampuan membaca dan memahami kitab di hadapan muktamirin di arena Muktamar NU.

Empat tokoh yang disebut dalam tantangan tersebut yakni KH Miftachul Akhyar, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dan Nusron Wahid.

Tantangan tersebut disampaikan Khalilur berkaitan dengan persoalan hukum yang tengah dihadapinya. Ia sebelumnya dilaporkan oleh Forum Advokasi Rekonsiliasi untuk Keadilan (FARUK) kepada Bareskrim Polri terkait dugaan penghinaan dan fitnah terhadap Gus Kikin melalui pernyataan dalam sebuah podcast yang kemudian beredar di media sosial.

“Berhubung saya dipidana karena dituduh memfitnah Gus Kikin tidak bisa ngaji, tentu saya harus membuktikan bahwa Gus Kikin tidak bisa ngaji,” tulis Khalilur dalam pernyataan terbukanya, Rabu 26 Agustus 2026.

Menurut Khalilur, pengujian kemampuan membaca dan memahami kitab secara terbuka dapat menjadi salah satu cara untuk membuktikan pernyataan yang kini dipersoalkan secara hukum.

Dalam tantangannya, Khalilur meminta empat tokoh tersebut tampil dan diuji kemampuan membaca kitab di arena Muktamar NU.

“Saya tantang ngaji kitab di arena Muktamar NU empat orang berikut: KH Miftachul Akhyar, Gus Kikin, Saifullah Yusuf, dan Nusron Wahid,” ujarnya.

Khalilur juga menyampaikan tantangan lanjutan. Apabila dalam pengujian tersebut keempat tokoh itu dinilai belum mampu, ia meminta mereka belajar atau mondok di Pesantren Tambak Beras, Jombang, hingga dinilai mampu mengaji kitab.

“Kalau ternyata keempatnya tidak bisa ngaji, saya minta mereka mondok di Pesantren Tambak Beras, lokasi Muktamar NU, sampai bisa ngaji,” tulisnya.

Khalilur menutup pernyataan tersebut dengan menyebut dirinya sebagai mantan narapidana dalam perkara yang berkaitan dengan SMS dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta menyebut dirinya sebagai cicit Sayyid Ali Murtadho.

Pernyataan tersebut merupakan tantangan sekaligus klaim yang disampaikan Khalilur R Abdullah Sahlawiy. Penilaian mengenai kemampuan mengaji para tokoh yang disebut merupakan pandangan Khalilur dan belum merupakan fakta yang telah dibuktikan melalui pengujian sebagaimana ia usulkan.

Berawal dari Laporan ke Bareskrim

Sebelumnya, Khalilur dilaporkan FARUK kepada Bareskrim Polri terkait dugaan penghinaan dan fitnah terhadap KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin melalui pernyataan dalam sebuah podcast yang kemudian beredar luas di media sosial.

Aduan tersebut dilayangkan setelah FARUK menilai terdapat pernyataan yang diduga merendahkan dan menyerang kehormatan Gus Kikin, termasuk pernyataan yang menyebut Ketua PWNU Jawa Timur tersebut tidak memahami agama atau tidak bisa mengaji.

FARUK berpandangan bahwa apabila pernyataan tersebut terbukti ditujukan untuk merendahkan kehormatan seseorang dan disampaikan melalui sarana elektronik, hal itu dapat menimbulkan konsekuensi hukum.

Ketua FARUK, M. Chalid, S.H., M.H., mengatakan langkah hukum tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian komunitas advokat, akademisi, praktisi, santri, dan warga Nahdlatul Ulama terhadap marwah ulama serta untuk mencegah munculnya kegaduhan menjelang Muktamar NU.

Menurut Chalid, pernyataan yang beredar dinilai tidak mencerminkan sikap tawadhu, penghormatan, dan kehati-hatian dalam menjaga lisan. Ia menegaskan, langkah FARUK bukan dimaksudkan untuk membatasi kritik, melainkan meminta agar setiap pernyataan mengenai seorang ulama disampaikan secara bertanggung jawab dan didasarkan pada informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Gus Kikin adalah ulama, pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang, sekaligus Ketua PWNU Jawa Timur. Beliau juga merupakan cicit Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Karena itu, kami merasa perlu mengambil langkah hukum ketika terdapat dugaan pernyataan yang menyerang kehormatan beliau,” ujar Chalid.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan dari KH Miftachul Akhyar, Gus Kikin, Saifullah Yusuf maupun Nusron Wahid terkait tantangan terbuka yang disampaikan Khalilur tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top