Sutrisno Joko, Babayaga dari Timur, Jurnalis yang Mengguncang Jember
Di lorong gelap kekuasaan, hanya sedikit yang berani melangkah menuju kebenaran. Di Jember, nama Sutrisno Joko disebut dengan dua nada: hormat dan gentar. Para jurnalis muda mengenalnya sebagai mentor keras kepala, para pejabat menyebutnya “orang berbahaya.” Ia bukan pemilik senjata, tapi tulisan-tulisannya lebih mematikan dari peluru. Mereka menyebutnya: Babayaga dari Timur—jurnalis yang datang saat kekuasaan…
