Tokoh Aktivis 98 Firmansyah Ali Tolak Wacana Gelar Pahlawan Nasional Soeharto

Tokoh Aktivis 1998, Firman Syah Ali, menyatakan penolakannya terhadap wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden Soeharto. Ia menilai Soeharto tidak layak menerima gelar tersebut karena rekam jejaknya yang dinilai penuh dengan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kasus korupsi selama masa pemerintahannya.

“Soeharto memiliki catatan hitam yang panjang dalam sejarah bangsa ini, termasuk pelanggaran HAM dan korupsi yang merugikan negara. Karena itu, kami menolak keras wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada beliau,” tegas Firman dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Firman, gelar Pahlawan Nasional seharusnya diberikan kepada tokoh yang benar-benar berjasa dan berkorban demi bangsa dan negara, bukan kepada sosok dengan rekam jejak pelanggaran hukum dan moral.

“Gelar Pahlawan Nasional bukan sekadar simbol penghargaan, tetapi bentuk pengakuan atas jasa dan pengorbanan. Kita harus berhati-hati dalam memberikan gelar tersebut agar tidak mencederai nilai keadilan dan kebenaran,” ujar Firman yang juga Panglima Besar Nabrak .

Firman juga berharap pemerintah tidak gegabah dalam mempertimbangkan wacana tersebut, serta mengingatkan masyarakat untuk tetap menjunjung nilai kejujuran dan integritas dalam menghargai jasa para pahlawan sejati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top