Super Holding Sabhumi Barat Basra Ekspansi, Tiga Kantor Baru Siap Beroperasi di Surabaya

Surabaya – “Super Holding” Sabhumi Barat Basra menyiapkan langkah besar menjelang 2026. Melalui empat induk perusahaannya, holding ini merapikan struktur kantor sekaligus memperluas jejaring operasional di Surabaya, terutama pada sektor pertambangan, jasa kontraktor tambang, perikanan, hingga bongkar muat pelabuhan.

Keempat induk perusahaan tersebut yakni Bandar Indonesia Grup, SANTRI Grup, BALAD Grup, dan Vhandasta Grup. Masing-masing kini menyiapkan kantor baru yang tersebar di kawasan Graha Pena dan Pelindo Place, Surabaya.

Bandar Indonesia Grup, yang membawahi ratusan anak perusahaan dengan konsesi pertambangan di Jawa Timur, merelokasi kantor dari Graha Pena Ekstensi ke Gedung Graha Pena. Langkah ini disebut sebagai upaya memperkuat fokus penguasaan sektor tambang Galian C di wilayah Jawa Timur.

Sementara itu, SANTRI Grup (Sarana Nata Tambang Lestari) akan berkantor di Graha Pena Ekstensi lantai 10 dengan penggunaan satu lantai penuh. Grup ini memposisikan diri sebagai kontraktor utama bagi seluruh konsesi pertambangan Bandar Indonesia Grup. Selain restrukturisasi kantor, SANTRI Grup juga berencana menambah dan memodernisasi peralatan tambang agar mampu bersaing sebagai kontraktor tambang terkemuka di Indonesia.

BALAD Grup (Bandar Laut Dunia Grup) turut memindahkan pusat operasionalnya ke Pelindo Place, kawasan Tanjung Perak Surabaya. Pemilihan lokasi yang dekat dengan pelabuhan dinilai akan mempermudah koordinasi dan mobilisasi menuju area perikanan budi daya yang mereka kelola di Kangean, Sumenep, Madura.

Perusahaan keempat, Vhandasta Grup (Vahana Sampada Samasta), baru dibentuk sebagai unit usaha yang bergerak di bidang perusahaan bongkar muat (PBM). Sejalan dengan karakter bisnisnya, Vhandasta Grup akan berkantor dan beroperasi di area Pelabuhan Tanjung Perak, tepatnya di Pelindo Place.

Dengan penataan ulang kantor dan memperkuat basis operasional di Surabaya, Sabhumi Barat Basra bersiap menggerakkan ratusan unit usaha di bawahnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memasuki tahun 2026 dengan struktur organisasi dan jaringan kerja yang lebih terkonsolidasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top